Kalau kamu nekat pakai AHA krim lalu asal tempel bahan aktif lain tanpa mikir, ya siap-siap kulitmu yang protes duluan. Ini penjelasan berbasis data tentang kandungan yang sebaiknya tidak digabung dengan skincare AHA dan alasan ilmiah di balik risikonya.
1. Retinoid (retinol, tretinoin, adapalene)
Mengombinasikan retinoid dengan AHA meningkatkan potensi iritasi, kemerahan, dan pengelupasan berlebih karena kedua bahan sama-sama mempercepat pergantian sel dan menipiskan lapisan atas kulit. Studi klinis menunjukkan kombinasi retinoic acid dan glycolic acid memerlukan pengawasan karena efek eksfoliasi dan iritasi yang saling menambah. Jadi, jangan sekaligus pakai krim AHA 10% malam ini lalu oles retinol berat di atasnya. Jadi, kamu tidak bisa menggunakan AHA cream Theraskin di tumpuk Ret-Acne, Renewal, dan Juga series Age Revival Theraskin karena mengandung Retinol.
2. Benzoyl Peroxide
Benzoyl peroxide adalah agen anti-acne kuat yang juga bisa sangat mengeringkan. Menggunakan benzoyl peroxide bersamaan dengan AHA meningkatkan risiko iritasi dan rusaknya skin barrier. Selain itu, beberapa kombinasi bahan dapat saling menonaktifkan efek, seperti benzoyl peroxide + vitamin C. Sehingga, gunakan benzoyl peroxide pagi dan AHA malam, atau selingi hari pemakaian.
3. Vitamin C (ascorbic acid) — perlu hati-hati
Secara teoritis AHA (pH rendah) dan ascorbic acid (juga pH sensitif) bisa saling mengganggu stabilitas dan meningkatkan iritasi saat dipakai bersamaan. Formulasi modern memang ada yang kompatibel, tapi jika kulitmu mudah sensitif, lebih aman memisahkan waktu pemakaian. Misalnya, vitamin C di pagi hari, AHA di malam hari. Itu praktik paling logis demi hasil dan toleransi kulit.
4. BHA (salicylic acid) dan eksfoliator kuat lainnya
Mengombinasikan AHA dan BHA bukan mutlak dilarang, tapi juga bukan ide cemerlang tanpa kontrol. Eksfoliasi AHA di permukaan dan eksfoliasi BHA yang menembus pori dapat merusak skin barrier jika frekuensi dan konsentrasi tidak diatur. Jika mau mengombinasikan, lakukan dengan produk berformulasi lembut dan frekuensi yang dikurangi. Dalam berbagai sumber, dermatologi memperingatkan potensi iritasi dan fotosensitivitas bila over-exfoliate.
5. Hydroquinone dan bahan iritan lain
Hyperactive bleaching agents seperti hydroquinone bersama AHA berisiko memperparah iritasi. Banyak panduan klinis merekomendasikan kehati-hatian atau pengawasan profesional saat menggabungkannya. Jadi, kamu hanya bisa mendapatkan krim yang mengandung hydroquinone di klinik dengan resep dokter. Jika di pasaran secara bebas, maka kamu perlu menghentikan penggunaannya.

Menggunakan AHA krim dengan produk lain
Jika menggunakan AHA, pastikan jangan pakai bahan aktif agresif sekaligus karena beresiko. Jangan banyak dan sering, karena bukannya glowing malah over exfoliating. Kamu bisa gunakan bertahap, jaga barrier kulit, dan selalu pakai sunscreen. Kulitmu bakal tampil lebih baik jika kamu tidak terburu-buru. Pastikan gunakan AHA krim yang BPOM, aman, dan halal, serta skincare yang dikembangkan bersama dokter kulit. Theraskin, Therapy for Your Skin