Skin barrier atau lapisan pelindung kulit adalah lapisan terluar kulit yang bekerja menjaga kelembapan, mencegah “masuknya” zat berbahaya, dan mempertahankan kesehatan kulit secara keseluruhan. Dalam laman kompas health dengan judul Kenali Apa itu Skin Barrier, Ciri-ciri, dan Cara Menjaga Kesehatannya Jika skin barrier terganggu, kulit bisa menjadi kering, iritasi, sensitif terhadap sinar UV, atau lebih rentan terhadap jerawat dan kerusakan.
Tetapi, di sisi lain, jika sel-sel kulit mati menumpuk di permukaan kulit (karena regenerasi alami melambat seiring usia atau faktor lingkungan), hasilnya bisa jadi kulit kusam, tekstur kasar, pori besar, bahkan jerawat. Karena itu, eksfoliasi bisa membantu “meremajakan” kulit supaya tampak lebih cerah, halus, dan sehat.

Eksfoliasi kimia dengan AHA (alpha hydroxy acid) dianggap pilihan aman, lembut, efektif, dan bahkan bisa dilakukan di rumahan. Eksfoliasi tidak harus berarti gosok kasar dengan scrub, metode fisik ini seringkali terlalu kasar dan bisa merusak skin barrier. Dalam sumber berikut, AHA adalah asam larut air (umumnya berasal dari buah atau susu) yang bekerja melunakkan “lem antarsel” pada lapisan kulit paling atas, sehingga sel kulit mati bisa lepas tanpa digosok kasar.
Manfaat AHA lebih dari sekadar “angkat sel mati.” Penelitian menunjukkan AHA bisa:
Artinya, jika kamu pakai produk AHA krim dengan bijak, kamu bisa mendapatkan keuntungan eksfoliasi tanpa menghancurkan skin barrier.
Eksfoliasi rutin, boleh. Tapi perlakukan skin barrier dengan bijak. Eksfoliasi dengan “AHA krim” bisa menjadi cara cerdas untuk menjaga kulit tetap sehat, cerah, dan halus, tanpa harus mengorbankan skin barrier. Kuncinya, gunakan dengan bijak. Yaitu dosis rendah, frekuensi tepat, diimbangi pelembap & sunscreen, dan jaga agar tidak over-eksfoliasi.

Jika masih bingung memilih persentase Glycolic Acid untuk kulitmu, kamu bisa konsultasi dengan Skin Expert Theraskin Kosmetika di Official Social Media dan juga Marketplace @Theraskinkosmetika. Theraskin, Therapy for Your Skin