Tinggal di iklim tropis seperti Indonesia membuat kulit lebih sering terpapar panas, kelembaban tinggi, debu, dan polusi. Kombinasi ini memicu produksi minyak berlebih serta penumpukan sel kulit mati. Sayangnya, masih banyak yang percaya bahwa eksfoliasi justru berbahaya. Berikut beberapa mitos yang perlu dihentikan.

Faktanya, eksfoliasi hanya membantu mengangkat sel kulit mati di lapisan terluar (stratum korneum), bukan mengikis lapisan hidup kulit. Produk Theraskin dengan kandungan Glycolic Acid bekerja mendukung proses regenerasi kulit secara alami tanpa merusak struktur kulit jika digunakan sesuai anjuran.
Justru kulit berminyak di iklim tropis rentan mengalami pori tersumbat. Eksfoliasi membantu membersihkan penumpukan sebum dan kotoran sehingga risiko komedo dan jerawat dapat diminimalkan.
Eksfoliasi berlebihan dapat mengganggu skin barrier. Untuk chemical exfoliation seperti Glycolic Acid, cukup 1–3 kali seminggu tergantung kondisi kulit. Konsistensi lebih penting daripada frekuensi berlebihan.
Kulit sensitif tetap bisa melakukan eksfoliasi dengan memilih formula yang lebih lembut dan digunakan bertahap. Kunci utamanya adalah dosis tepat dan diikuti hidrasi yang cukup.
Paparan sinar matahari dan polusi di daerah tropis justru mempercepat penumpukan sel kulit mati. Eksfoliasi membantu menjaga tekstur tetap halus dan tampak cerah.
Eksfoliasi aman untuk kulit tropis selama menggunakan produk yang sesuai seperti rangkaian Theraskin dan memperhatikan frekuensi pemakaian. Dengan pendekatan yang tepat, proses eksfoliasi dapat membantu kulit tampak lebih bersih, sehat, dan bercahaya tanpa mengorbankan kenyamanan.
Dapatkan produk eksfoliasi yang sering dipakai di klinik, tapi bisa kamu pakai di rumahan secara aman di Theraskin Kosmetika atau klik di sini. Theraskin, Therapy for Your Skin