Over-exfoliate sudah jadi masalah umum di era skincare viral ini. Hampir setiap minggu muncul keluhan yang mirip, yaitu kulit perih setelah cuci muka, pipi gampang merah, tekstur makin kasar dan bruntusan bermunculan. Banyak orang tidak sadar bahwa akar masalahnya bukan pada “produk yang salah,” tetapi pada kebiasaan ‘mengikis’ kulit tanpa memberi kesempatan untuk pulih.
Karena penggunaan exfoliant berlebihan dapat mengurangi kadar lipid pelindung kulit secara signifikan. Dampaknya cukup jelas, yaitu barrier melemah, kulit kehilangan air lebih cepat, dan sensitivitas meningkat. Ketika kondisi ini terjadi, solusi terbaik bukan menambah exfoliant baru, tetapi memperbaiki fondasi kulit. Langkah yang paling masuk akal dan terbukti efektif yaitu menggunakan pelembab yang mengandung ceramide.
Exfoliant seperti AHA, BHA, PHA, dan retinoid membantu regenerasi kulit, tapi sifatnya abrasif pada lapisan pelindung kulit. Jika digunakan tanpa jeda atau dipadukan sembarangan, ia merusak struktur lipid yang berfungsi sebagai “lem” pada permukaan kulit. Jadi jangan tiap hari eksfoliasi karena beranggapan sel kulit mati akan lepas dan kulit menjadi cerah, karena efeknya yaitu seperti berikut.
Sayangnya, banyak orang merespons gejala ini dengan hal yang wajar. Padahal, yang dibutuhkan adalah mengembalikan stabilitas skin barrier dengan ceramide. Ceramide adalah komponen lipid utama yang membentuk sekitar setengah dari struktur skin barrier. Ketika barrier terkikis exfoliant, ceramide turun drastis. Jadi, tanpa ceramide, sel kulit longgar, air menguap lebih cepat, dan iritan mudah masuk.
Kamu bisa cek bagaimana Cara Memilih Skincare Ceramide yang Tepat agar hasilnya optimal. Atau bisa langsung kunjungi Theraskin Kosmetika dan pilih series Theraskin CeraMoist yaitu rangkain skincare lengkap yang dikembangkan bersama dokter kulit yang mengandung Ceramide 3 atau jenis ceramide NP yang menyerupai lipid alami kulit wajah.

Setelah kulitmu mengalami over-exfoliate, langkah pertama yang wajib dilakukan adalah menghentikan semua exfoliant selama 5–10 hari supaya skin barrier punya kesempatan bernapas dan pulih. Selama masa pemulihan, pakai cleanser yang lembut agar tidak menambah iritasi. Setelah membersihkan wajah, aplikasikan toner atau hydrating serum untuk membantu mengembalikan kelembapan dasar kulit.
Lanjutkan dengan pelembab yang mengandung ceramide secara konsisten pagi dan malam, karena ceramide akan membantu memperbaiki struktur lipid kulit yang rusak. Di pagi hari, pastikan kamu memakai sunscreen untuk melindungi kulit dari UV yang bisa memperparah iritasi dan memperlambat proses penyembuhan. Na, jika barrier sudah pulih, exfoliant dapat dimulai kembali secara bertahap, misalnya 1–2 kali seminggu.
Over-exfoliate adalah masalah yang makin sering terjadi namun dianggap remeh. Setelah membaca artikel di atas, kini kita tahu bagaimana cara mengatasi over-exfoliate dengan mudah. Jika kamu masih bingung dengan kondisi kulit wajah kamu, apakah over–exfoliate atau karena sensitif, kamu bisa konsultasi dengan Skin Expert Theraskin di Official Social Media Theraskin Kosmetika. Theraskin, Therapy for Your Skin.
