Siapa yang Perlu Pakai AHA Krim?

November 21, 2025


AHA krim semakin populer sebagai salah satu produk eksfoliasi yang efektif. Bahan aktif seperti glycolic acid, lactic acid, dan mandelic acid bekerja dengan cara meluruhkan sel-sel kulit mati di permukaan. Hasilnya kulit tampak lebih cerah, lebih halus, dan pori terlihat lebih rapi. Meski begitu, skincare AHA bukan produk serbaguna untuk semua orang. Ada tipe kulit dan kondisi tertentu yang benar-benar diuntungkan, dan ada pula yang perlu lebih hati-hati.

1. Kulit kusam atau tekstur tidak rata

AHA krim sangat bermanfaat untuk mereka yang memiliki kusam, atau kasar. Kandungan AHA krim membantu mempercepat regenerasi sel sehingga lapisan terluar kulit berganti lebih cepat. Proses ini memberi efek brightening alami. Untuk pemula, AHA krim dengan kandungan Glycolic Acid 6–10% biasanya sudah cukup memberikan perubahan tanpa membuat kulit stres dan iritasi.

2. Pemilik noda hitam dan bekas jerawat

Masalah hiperpigmentasi, seperti dark spot atau PIH (post-inflammatory hyperpigmentation), bisa membaik dengan penggunaan skincare AHA. Karena AHA bekerja di permukaan, ia membantu memudarkan warna gelap secara bertahap. Krim dengan Glycolic Acid 10% adalah salah satu yang banyak diteliti karena mampu memperbaiki warna kulit setelah dipakai rutin 8–12 minggu.

3. Usia 25+ yang ingin mencegah tanda penuaan

Di usia ini, laju pergantian sel menurun. Kulit tampak lebih kusam, dan garis halus mulai terlihat. AHA krim bisa mendukung perbaikan tekstur dan membantu stimulasi kolagen secara ringan, terutama jika mengandung Glycolic Acid. Efeknya bukan secepat treatment klinik, tetapi cukup berarti jika dipakai secara konsisten.

4. Kulit berminyak dan mudah tersumbat

AHA bukan hanya untuk kulit kering. Pemilik kulit berminyak yang sering merasa porinya “penuh” juga bisa mendapatkan manfaat. AHA membantu mencegah penumpukan sel kulit mati yang sering jadi awal mula komedo. Hasilnya kulit terasa lebih bersih, makeup menempel lebih rata, dan kilap berkurang sedikit demi sedikit. 

AHA 6 Cream bisa digunakan untuk kulit yang baru mulai menggunakan AHA. Sedangkan kulit kering bisa menggunakan AHA 8 Cream, dan kulit berminyak menggunakan AHA 10 Cream. Untuk selengkapnya, bisa cek AHA Cream di sini.

5. Siapa yang perlu hati-hati?

Meski skincare AHA efektif, tidak semua orang cocok:

  • Kulit sangat sensitif atau mudah merah. AHA bisa memicu iritasi, terutama glycolic acid karena ukuran molekulnya kecil. Mulailah dengan AHA
  • presentase rendah dan lakukan metode layering dengan pelembab yang mengandung Ceramide.
  • Pengguna retinoid, tretinoin, atau benzoyl peroxide. Kombinasi terlalu agresif bisa merusak skin barrier.
  • Kulit yang sedang iritasi, mengelupas, atau sedang inflamed acne. Eksfoliasi hanya akan memperparah kondisi.

6. Cara memakai AHA krim dengan aman

Gunakan 2–3 kali seminggu pada malam hari. Oleskan tipis, tunggu menyerap, lalu akhiri dengan moisturizer untuk menyeimbangkan hidrasi. Yang paling penting, gunakan sunscreen setiap pagi, karena AHA membuat kulit lebih sensitif pada sinar UV. Tanpa sunscreen, hasil cerah yang diharapkan justru bisa berbalik menjadi hiperpigmentasi.

AHA krim adalah solusi untuk kulit kusam, tekstur tidak rata, bekas jerawat, hingga tanda penuaan awal. Namun penggunaannya tetap perlu strategi agar kulit tidak iritasi. Jika dipilih sesuai kebutuhan dan dipakai dengan konsisten, skincare AHA bisa menjadi salah satu langkah paling efektif dalam merawat kulit agar tampak lebih cerah dan sehat.

Masih bingung bagaimana memilih AHA cream yang tepat untuk kulitmu? Konsultasikan dengan Skin Expert Theraskin di Official Social Media dan Official Marketplace Theraskin Kosmetika. Theraskin, Therapy for Your Skin. 

Berita Lainnya

DAFTAR NEWSLETTER

Dapatkan informasi produk dan promo terbaru

Subscription Form

© 2022 THERASKIN.CO.ID

magnifier