
AHA (Alpha Hydroxy Acid) dan BHA (Beta Hydroxy Acid) adalah bahan aktif kimiawi yang digunakan untuk eksfoliasi kulit — proses mengangkat sel kulit mati agar wajah terlihat lebih segar dan cerah.
AHA biasanya berasal dari bahan alami seperti tebu atau susu, sedangkan BHA merupakan turunan dari salicylic acid yang diambil dari willow bark tree.
Penelitian dari NCBI menunjukkan bahwa pemakaian rutin AHA BHA dapat meningkatkan regenerasi kulit hingga 24% lebih cepat dibanding eksfoliasi mekanik (scrub).
Perbedaan utama terletak pada cara kerja dan target masalah kulit:
Produk skincare yang mengandung AHA BHA biasanya menggabungkan keduanya untuk hasil yang lebih menyeluruh. AHA memperbaiki permukaan, BHA membersihkan lapisan bawah.
Beberapa produk bahkan menambahkan niacinamide untuk menenangkan kulit dan ceramide untuk menjaga kelembapan setelah eksfoliasi.
Eksfoliasi kimia tidak boleh berlebihan. Namun, raih kulit glowing dengan eksfoliasi memang bisa? Bisa dong! Dermatolog dari Jakarta Skin Research Institute menyarankan penggunaan AHA BHA maksimal 2–3 kali per minggu.
Berikut panduan sederhananya:
Kulit yang baru pertama kali memakai skincare AHA BHA bisa mengalami purging atau jerawat kecil sementara akibat proses detoksifikasi. Untuk mencegah iritasi:
Menurut Healthline, penggunaan jangka panjang AHA BHA dengan takaran tepat justru memperkuat barrier kulit dan meningkatkan elastisitas alami.
Kalau kamu mencari skincare yang mengandung AHA BHA dengan formulasi lembut dan aman, Theraskin punya rangkaian eksfoliasi ringan yang membantu mencerahkan sekaligus melembutkan kulit tanpa membuatnya kering. Skincare mengandung AHA di sini dan skincare yang mengandung BHA di sini. Temukan panduan dan rekomendasi produk lainnya:
Rawat kulitmu dengan cerdas, bukan keras. Pilih produk AHA BHA Theraskin, eksfoliasi yang bikin kulit halus, dan lembut. Theraskin, Therapy for Your Skin.