Tren skincare di media sosial membuat para remaja khususnya menjadi makin tahu mengenai skincare. Bahkan survei dari Populix, menyebutkan 65 % Gen Z & Milenial di Indonesia menggunakan media sosial sebagai rujukan tren skincare. Selain itu, menurut data dari Statista, survei wanita Indonesia usia 13-22 tahun menunjukkan bahwa lebih dari 58% responden mengenal istilah bahan-aktif skincare seperti retinol, niacinamide, dan hyaluronic acid.
Dengan mudahnya informasi skincare dan semakin tahu fungsi skincare, remaja Indonesia juga di fasilitasi kemudahan untuk mendapatkannya. Misalnya, melalui TikTok, Shopee, ataupun Lazada. Tinggal pilih skincare yang diinginkan, semua bisa dipesan secara online.

Sayangnya, tren skincare di media sosial sering membuat remaja ingin coba semua produk viral. Padahal, kulit usia remaja masih dalam fase aktif memproduksi minyak dan belum butuh terlalu banyak bahan aktif kuat. Akibatnya, muncul iritasi, breakout parah, bahkan skin purging berkepanjangan. Berikut alasan skin barrier remaja bisa rusak.
1. Gonta-ganti produk tanpa jeda buat kulit hancur
Kebiasaan gonta-ganti skincare dalam waktu singkat adalah penyebab utama kerusakan skin barrier. Kulit remaja butuh waktu adaptasi setidaknya 3–4 minggu terhadap formula baru. Kalau tiap minggu berganti produk, lapisan pelindung kulit jadi lemah. Hasilnya, kulit mudah kemerahan, terasa perih, dan kehilangan kelembapan.
2. Eksfoliasi berlebihan bikin kulit stres
Banyak remaja tergoda pakai exfoliating toner setiap hari dengan harapan wajah cepat cerah. Padahal, over-exfoliation justru mengikis lapisan pelindung alami kulit. Kulit jadi lebih tipis, sensitif, dan mudah jerawatan.
3. Kurang pelembap, kulit makin kering dan kusam
Banyak yang takut pelembap bikin wajah berminyak. Padahal, saat kulit kehilangan kelembapan, produksi minyak justru meningkat. Solusinya, pilih skincare yang mengandung ceramide. Ceramide berfungsi seperti semen yang merekatkan sel-sel kulit agar tetap rapat dan tidak mudah kehilangan air.
Beberapa penelitian menunjukkan bahwa ceramide membantu memperbaiki skin barrier dalam 2–4 minggu, terutama bila dipadukan dengan niacinamide dan hyaluronic acid. Kombinasi ini bukan hanya memperbaiki tekstur kulit, tapi juga menenangkan kemerahan dan memperkuat lapisan pelindung alami.
Salah satu contoh formulasi yang efektif adalah Theraskin Ceramoist, yang mengandung ceramide 3, niacinamide, dan 4D hyaluronic acid. Produk ini dirancang untuk membantu remaja yang sering mengalami iritasi atau kering akibat terlalu banyak coba-coba skincare.
Perawatan kulit bukan lomba cepat-cepat glowing. Kulitmu butuh waktu untuk pulih dan beradaptasi. Jadi, sebelum tergoda beli skincare viral di TikTok, tanya dulu, apakah kulitmu siap?
Mulailah dengan dasar yang aman dan efektif. Gunakan skincare yang mengandung ceramide sebagai langkah awal cara memperbaiki skin barrier. Karena kulit sehat bukan hasil dari banyak produk, tapi dari rutinitas yang tepat dan sabar sisTher broTher.